1. Perhitungan Laba

Bisnis Kecil, Ketahui Potensi Keuntungan Bisnismu

Tujuan akhir setiap pemilik bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan dan mengembangkan bisnisnya menjadi lebih luas. Penting bagi kamu sebagai pemilik bisnis untuk mampu menghitung potensi keuntungan yang akan didapatkan oleh Bisnismu nantinya. Dengan mempelajari cara menghitung potensi keuntungan yang akan didapatkan dari modal yang telah dikeluarkan, kamu dapat tahu apakah investasi yang kamu lakukan akan berhasil atau sebaliknya.

Ketika sebuah perusahaan besar sedang melakukan riset mengenai seberapa besar keuntungan dan risiko yang dipertaruhkan ketika menginvestasikan uang ke dalam proyek bisnis baru, seperti kemungkinan untuk akuisisi, atau pembelian peralatan dengan periode pembayaran yang lama,  sangat penting bagi perusahaan tersebut untuk mengetahui cara mengukur dan menghitung potensi pengembalian atau keuntungan yang akan didapat di masa depan.

ROI atau Return of Investment adalah ukuran atau besaran yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dan keefektifan sebuah investasi dibandingkan dengan biaya dan modal awal yang dikeluarkan. Singkat kata, perhitungan ini memungkinkan kamu untuk mengetahui seberapa banyak suatu investasi akan berkontribusi terhadap pendapatan kamu dan apakah sebanding dengan investasi yang kamu tanamkan. Investasi yang umumnya dilakukan oleh pemilik bisnis kecil adalah dengan mengalokasikan modal ke dalam beberapa pos pengeluaran, seperti stok barang, kantor atau ruangan untuk operasional bisnis, gaji karyawan dan sebagainya. Semuanya memang penting, tapi dengan mengetahui ROI atau Return of Investment atau potensi keuntungan yang akan didapat, kamu akan lebih mudah memutuskan akan mengalokasikan modal kamu ke pos pengeluaran yang mana dan bagian mana yang memerlukan perhatian khusus.

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ROI atau Return of Investment, diantaranya:

  • Tingkat perputaran aktiva (aset) yang digunakan untuk kegiatan operasional Bisnismu. Maksudnya, kecepatan perputaran aset operasional kamu dalam suatu periode tertentu.
  • Profit margin, besarnya keuntungan operasional yang dinyatakan dalam bentuk persentase dan jumlah penjualan bersih. Profit margin dapat mengukur keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan kamu serta dihubungkan dengan penjualannya.

Kegunaan dari analisis ROI atau Return of Investment adalah:

  • Apabila perusahaan kamu telah melakukan praktik akuntansi dengan baik, maka manajemen dengan menggunakan teknik analisis ROI (Return of Investment) bisa membantu kamu dalam mengukur efisiensi penggunaan modal, produksi, dan bagian penjualan.
  • Jika perusahaan kamu memiliki data industri sehingga dapat diperoleh rasio industri, maka dengan menggunakan teknik analisis ROI, kamu dapat membandingkan efisiensi modal yang kamu lakukan dengan perusahaan lain sejenisnya, sehingga dapat diketahui apakah posisi perusahaan kamu berada di bawah, sama atau di atas rata-rata pemain industri lainnya. Dengan teknik ini kamu dapat mengetahui kelemahan dan kekuatan perusahaan kamu dibandingkan dengan pesaing.
  • Penggunaan analisis ROI ini juga dapat digunakan untuk mengukur efisiensi dari aktivitas yang dilakukan oleh masing-masing divisi dengan mengalokasikan modal kepada bagian tersebut. Jika ternyata dari hasil analisa ROI divisi tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan, maka kamu dapat menentukan besaran persentase ROI sebagai target yang harus dicapai oleh divisi.
  • Penggunaan analisa ROI juga dapat digunakan untuk mengukur keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan dari masing-masing produk yang dijual.
  • Selain berguna untuk keperluan mengontrol efisiensi modal yang kamu keluarkan, ROI juga berguna untuk keperluan perencanaan kegiatan dan target yang harus dicapai oleh perusahaan. Contohnya, ROI dapat dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan jika kamu ingin melakukan ekspansi.

Seperti teknik pada umumnya, dimana ada kelebihan pasti ada kekurangan. Kelemahan dari analisis ROI ini adalah sulitnya membandingkan ROI suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis. Hal ini disebabkan karena terkadang praktik akuntansi yang digunakan oleh perusahaan lain berbeda-beda sehingga apabila metode yang sama digunakan pada perusahaan lain maka akan memberikan gambaran yang salah. Kelemahan lainnya pada teknik ini terletak pada fluktuasi nilai dari daya beli uang.

Cara menghitung ROI

ROI bisa juga diartikan sebagai rasio laba bersih atau keuntungan bersih terhadap biaya. Rumus menghitung ROI yang dapat kamu coba terapkan adalah sebagai berikut:

ROI =    (Total Penjualan – Investasi)

Investasi x 100%

Contoh sederhananya, apabila kamu melakukan investasi sebesar Rp10.000.000 untuk membeli peralatan baru sehingga menghasilkan penjualan sebesar Rp15.000.000, berarti diperoleh laba sebesar Rp5.000.000. Maka secara sederhana perhitungan ROI dalam persentase adalah sebagai berikut:  

ROI = (Rp15.000.000 – Rp10.000.000)

ROI = Rp 10.000.000 x 100%

ROI = 50%

Dari contoh perhitungan di atas, dapat disimpulkan tingkat ROI adalah sebesar 50%.

Tak jarang kita hanya terfokus pada margin keuntungan atas produk atau jasa yang dijual namun tak menyadari bahwa seharusnya kita juga menghitung ROI secara akurat untuk mendapatkan kepastian dan keyakinan bahwa bisnis yang dijalankan mampu berkembang. Dalam menjalankan bisnisnya, seorang pebisnis harus memperhatikan jumlah modal yang harus dialokasikan sebagai investasi dalam mencapai target penjualan serta jumlah margin keuntungan yang diperoleh sehingga bagian dari margin keuntungan tersebut yang akan digunakan untuk mengembangkan bisnis.

Comments to: Bisnis Kecil, Ketahui Potensi Keuntungan Bisnismu

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Buka Rekening Bisnis dengan Alumak

Jelajahi kategori lain

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer