Dalam perhitungan keuangan perusahaan, kamu akan mengenal istilah Rasio Perputaran Total Aset (Total Asset Turnover Ratio) yang merupakan rasio aktivitas berguna untuk mengukur seberapa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan dari jumlah aset yang dimiliki. Perhitungan ini dilakukan dengan membandingkan penjualan bersih dengan total rata-rata aset. Dapat diartikan pula bahwa semakin cepat aset perusahaan berputar, maka semakin besar pula pendapatan perusahaan tersebut. Hal ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan aset yang diperoleh untuk menghasilkan penjualan secara berkesinambungan.

Cara Menghitung Rasio Perputaran Aset

Selain mengetahui cara menghitung keuntungan perusahaan dari hasil penjualan produk (barang atau jasa), kamu juga perlu menghitung rasio perputaran aset (Asset Turnover). Perhitungan inilah Asset Turnover dengan tepat akan membantu kamu melihat seberapa besar kemampuan perusahaan kamu dalam memanfaatkan aset atau keuntungan yang diperoleh untuk mengembangkan usahanya dan mendapatkan keuntungan kembali.

Perhitungan rasio perputaran aset ini melibatkan total aset lancar dan aset tetap. Aset lancar meliputi uang tunai, piutang, dan inventaris. Sementara untuk aset tetap meliputi peralatan dan properti. Untuk mendapatkan hasil perhitungan rasio perputaran aset dengan tepat, kamu membutuhkan laporan laba/rugi dan total aset rata-rata dari neraca. Berikut ini cara menghitung rasio perputaran aset perusahaan dengan mudah.

Perputaran Total Aset = Perjualan Bersih Tahunan / rata-rata total aset 12 bulan

Untuk menghitung Asset Turnover, kamu dapat menggunakan persamaan “Perputaran Total Aset = Perjualan Bersih Tahunan / rata-rata total aset 12 bulan. Dari hasil persamaan tersebut, akan menghasilan angka berapa kali perusahaan menyerahkan asetnya dalam periode 12 bulan ini. Untuk menghitung asset turnover kamu harus mengetahui cara menghitung laba bersih tahunan yang tepat. Sehingga hasil yang diperoleh untuk perhitungan rasio tidak salah.

Jika total rasio rendah, maka semakin sedikit pula aset perusahaan berputar. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan semakin lambat dalam perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk penjualan. Begitu pula sebaliknya, jika rasio menunjukkan angka yang tinggi menkamukan potensi penjualan semakin tinggi dan pendapatan penjualan atau aset juga meningkat.

Manafsirkan Hasil

Cara selanjutnya yaitu dengan menafsirkan hasil. Membandingkan rasio yang tepat dibandingkan dengan rasio yang sama, seperti perusahaan yang sama, sektor bisnis sama, atau sekelompok perusahaan dengan industri yang sama. Berhati-hatilah jika ingin membandingkan rasio total perputaran aset dengan perusahaan yang berbeda. Pastikan bahwa perusahaan yang akan dibandingkan memiliki struktur biaya produksi, produk (barang/jasa), pendapatan, lokasi dan fakor lain yang serupa.

Melakukan Pertimbangan

Jika kamu mendapatkan hasil rasio yang rendah, maka perlu dianaliasis kembali bahwa perusahaan telah mengalami beberapa peristiwa baik di dalam perusahaan tersebut maupun dari luar perusahaan. Faktor yang menyebabkan hasil rasio perputaran aset rendah yaitu: memiliki persediaan produk yang lama tidak laku, memiliki saldo piutang yang besar, banyak pelanggan yang melakukan pembayaran dengan sistem kredit namun seringkali terlambat.

Tak hanya itu saja, aset yang dimiliki perusahaan namun tidak terpakai juga membuat rasio perputar aset tidak maksimal, karena tidak menghasilkan pendapatan baru. Apabila rasio perputaran aset dalam perusahaan kamu tidak sebanding dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama, maka kamu perlu menunda untuk membeli aset baru. Jika ingin menambah pembeliian inventaris, maka belilah barang-barang untuk stok yang memang sedang dibutuhkan segera. Lakukan pula beberapa pertimbangan terhadap aset yang kamu miliki sehingga bisa lebih dimanfaatkan lagi.

Pentingnya Menghitung Rasio Perputaran Aset Tetap

Rasio aktivitas inilah yang akan menentukan keberhasilan suatu perusahaan secara berkesinambungan. Hal ini dikarenakan, perhitungan rasio perputaran aset menunjukkan bagaimana suatu perusahaan menggunakan aset yang dimiliki untuk menghasilkan uang tanpa henti. Dengan demikian akan meningkatkan pendapatan perusahaan secara bertahap dan terus meningkat.

Jika perusahaan kamu mampu menghasilkan pendapatan yang terus mengalami kenaikan, kemungkinan untuk melakukan pinjaman modal usaha ke pihak lain semakin rendah. Rasio perputaran aset ini sangat penting bagi perusahaan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan penjualan dari investasi pabrik yang dimiliki, baik itu peralatan operasional kerja maupun properti pendukung lainnya.

Hitung Keuntungan dalam Berdagang

Setiap usaha penjualan atau berdagang tentu menginginkan sebuah laba atau keuntungan, baik pelaku UKM maupun perusahaan besar. Secara umum keuntungan yang kamu peroleh dihitung dari jumlah pendapatan yang didapatkan dikurangi dengan jumlah pengeluaran yang kamu lakukan. Agar tidak salah menghitung keuntungan penjualan, berikut ini beberapa cara menghitung keuntungan dalam berdagang yang bisa kamu terapkan.

Awali dengan Informasi Harga

Untuk menghitung berapa jumlah keuntungan yang kamu peroleh dalam periode tertentu, totalkan semua pendapatan yang kamu dapatkan atas penjualan yang sudah dilakukan. Telitilah dalam mencatat semua pemasukan yang kamu terima dari hasil penjualan tersebut.

Hitung Biaya Usaha

Setelah kamu mendapatkan hasil pendapatan yang kamu peroleh. Langkah selanjutnya, totalkan biaya usaha yang kamu lakukan dalam periode tertentu. Catat dan totalkan semua biaya yang kamu keluarkan untuk biaya produksi, promosi atau penjualan, dan sebagainya.

Kurangi Pengeluaran dengan Pendapatan

Setelah total dari kedua perhitungan (pendapatan dan pengeluaran) sudah diperoleh. Saatnya kamu mengetahui berapa besar keuntungan yang kamu dapatkan dengan cara mengurangi total pendapatan dengan pengeluaran. Jika hasilnya positif (jumlah pendapatan lebih besar dari biaya pengeluaran), maka penjualan kamu untung. Begitu pula sebaliknya, apabila hasilnya negatif, dimana jumlah pendapatan lebih sedikit daripada biaya pengeluarannya, maka kamu mengalami kerugian atas penjualan yang kamu lakukan.

Kerugian tersebut, biasanya disebut sebagai kerugian bersih atau keuntungan negatif. Jika perusahaan kamu mengalami keuntungan negatif, artinya perlu dilakukan analisis lebih mendalam lagi untuk mengetahui penyebab kerugian tersebut, sehingga kamu dapat menerapkan stategi baru dan fokus meningkatkan keuntungan.

Apa Penyebab Perusahaan Mengalami Keuntungan Negatif?

Keuntungan negatif yang dialami oleh suatu perusahaan, bukan berarti perusahaan benar-benar sedang dalam kondisi terpuruk. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kesalahan dalam membeli berbagai peralatan baru dengan merk ternama dan harga mahal. Namun tidak dimanfaatkan dengan baik untuk menghasilkan uang yang sepadan. Artinya, peralatan baru yang dibeli tidak dapat menghasilkan uang sebagai sumber pendapatan secara efektif. Hal inilah yang membuat perusahaan mengalami kerugian, karena aset tetap yang dimiliki tidak menghasilkan pendapatan.

Tak hanya itu saja, nyatanya beberapa pinjaman online untuk modal usaha yang dilakukan perusahaan juga bisa membuat perusahaan mengalami kerugian jika tidak mampu mengatur pendapatan dengan baik. Pinjaman tersebut cenderung memiliki beban bunga yang tinggi, sehingga membutuhkan biaya lebih besar untuk melunasinya. Jadi, ketika kamu memutuskan untuk mengajukan pinjaman, perusahaan harus mampu menghasilkan pendapatan yang dapat memenuhi kewajiban untuk membayaran tagihan hutang.

Comments to: Cara Menghitung Rasio Perputaran Aset dengan Mudah

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Buka Rekening Bisnis dengan Alumak

Jelajahi kategori lain

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer