Bisnis adalah sebuah proses yang tak akan pernah berhenti, termasuk dalam hal pengeluaran. Akan selalu ada kebutuhan untuk membayar berbagai kebutuhan dari yang paling besar hingga yang kecil sekalipun. Contohnya membayar pemasok setelah mengirim supply bahan baku, mengeluarkan gaji bulanan untuk pegawai, hingga pengeluaran lainnya yang selalu terkait dengan bisnis.

Bagaimanapun juga, terkadang para pebisnis luput dalam memperhitungkan pergerakan uang tunai dalam aktivitas finansial bisnis mereka. Alasannya karena sulit untuk menjaga agar cashflow atau arus kas tetap aman dan berada di jalur yang benar. Bisa jadi, ini adalah salah satu tantangan bagi banyak bisnis untuk memaksimalkan setiap uang yang mereka tanpa menyalahgunakannya sedikitpun.

Bukan tidak mungkin jika masalah menjaga arus kas ini tidak sanggup diatasi para pebisnis, maka usaha mereka terancam gulung tikar. Artinya, setiap pebisnis perlu tahu bagaimana kiat menjaga kestabilan cashflow dalam bisnis mereka sekaligus memaksimalkan keuntungan pada saat yang bersamaan.

Apa saja rahasianya? Simak berikut ini.

Siasati Metode Pembayaran

Jika kamu berhasil menjaga hubungan baik dengan supplier kepercayaan, maka kesempatan untuk menyiasati metode pembayaran bisa terbuka lebar. Sebelumnya setelah membahas tentang anggaran pembelian bahan baku langsung (link artikel 44), kita tahu bahwa peluang untuk membayar pemasok tidak harus selalu di awal.

Untuk itu, jangan ragu untuk mencoba negosiasi periode pembayaran dengan durasi lebih lama, dengan cara angsuran atau cicilan. Dengan cara ini, kamu bisa memutar uang untuk kebutuhan lain terlebih dahulu sebelum benar-benar membayar kepada mereka pada waktu yang telah disepakati.

Tapi ingat, kesepakatan semacam ini bisa menjadi bumerang bagi Bisnismu. Sekali saja kamu gagal menepati pembayaran sesuai tenggat yang ditentukan, maka bunga pembayaran bisa merugikan kamu. Tak hanya itu, kepercayaan dari pemasok pun bisa musnah. Namun bila kamu berhasil mengaplikasikannya, maka kamu bisa menggkamukan keuntungan berkali lipat.

Sewa Properti

Ada bisnis yang berjalan semakin baik jika ada properti, peralatan, atau fasilitas yang mendukung. Sebut saja kedai kopi kekinian harus punya interior instagramable untuk menarik pengunjung, atau studio olahraga juga harus punya fasilitas workout lengkap sehingga banyak pengunjung yang mengikuti beragamnya pilihan kelas mereka.

Jika hal ini menjadi sebuah keharusan, tentu modal yang harus dikeluarkan sangat besar. Cobalah opsi lain dengan menyewa peralatan tersebut sehingga kamu tak perlu membeli. Terlebih jika properti yang kamu gunakan hanya akan berfungsi sementara atau jangka pendek. Di sinilah kamu sebagai pebisnis harus bisa menemukan cara paling hemat, efektif, dan efisien dalam mendatangkan peralatan pendukung.

Jadi, daripada harus mengeluarkan uang tunai daalam jumlah tidak sedikit, lebih baik menyewa peralatan demi menjaga cashflow kamu tetap aman. Hanya dengan menyewa dengan tarif yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan membeli, kamu bisa mengantongi keuntungan yang sama ketika sudah masuk dalam operasional bisnis.

Barter Produk atau Jasa

Pernah terpikir untuk barter produk yang kamu jual dengan produk sesama pebisnis lainnya? Hal ini sangat mungkin dilakukan. Caranya, carilah vendor yang sedang membutuhkan produk kamu dan berniagalah dengan syarat barter. Dengan cara ini, bisnis kedua belah pihak akan berjalan mulus.

Metode barter juga berarti kamu berhasil menjaga agar arus kas dalam bisnis tetap berada di koridor yang aman. Bagaimana mewujudkannya? Tentu saja caranya adalah dengan menjadi pebisnis yang aktif membangun network yang luas. Jangan ragu untuk berkenalan dengan orang baru atau mengikuti forum entrepreneur untuk membuka peluang yang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya.

Peralatan Bekas, Kenapa Tidak?

Jangan dulu antipasti dengan peralatan yang sudah pernah dipakai atau used. Kadang kamu bisa mendapatkan peralatan dengan fungsi yang masih optimal hanya dengan separuh harga! Oleh karena itu, daripada terburu-buru membeli peralatan baru, ada baiknya kamu melakukan riset dan cari tahu tentang peralatan bekas dalam kondisi baik yang ada di pasaran.

Terlebih, kita tahu bahwa tak ada yang stabil dalam bisnis. Fluktuasi akan terus terjadi, termasuk perusahaan yang berhenti beroperasi dan terpaksa menjual semua peralatannya. Misalnya, ada banyak perusahaan yang bisa jadi menjual mesin kopi yang baru dipakai dua tahun karena beralih ke bisnis lainnya.

Cara ini ada dalam satu payung besar sebagai trik untuk menekan pengeluaran. Jumlah dana keluar akan berkurang sementara di saat yang sama pemasukan terus ada, atau bahkan meningkat! Jika bisa mendapatkan peralatan yang sama dengan harga jauh lebih murah demi potensi keuntungan maksimum, kenapa tidak?

Memperbaiki Lebih Baik Ketimbang Beli Baru

Apa yang kamu lakukan ketika peralatan operasional Bisnismu rusak? Sebisa mungkin, tetap prioritaskan untuk memperbaikinya ketimbang terburu-buru membeli yang baru. Benang merahnya adalah ingat bahwa semua peralatan adalah bagian dari investasi.

Semakin berharga sebuah investasi, tentu kamu akan memperlakukannya sebaik mungkin. Untuk itu, jadwalkan pemeriksaan berkala untuk peralatan atau mesin yang kamu miliki. Cari teknisi yang mengerti betul bagaimana merawatnya. Cara ini akan mengurangi kemungkinan keluarnya biaya tak terduga untuk perbaikan atau bahkan kemungkinan terpaksa membeli peralatan baru yang tentunya tidak murah.

Sumber Daya Manusia Efektif

Sadarkah kamu bahwa memiliki sumber daya berlebih – dalam hal ini pegawai – juga jadi salah satu biang kerok bocornya cashflow Bisnismu? Biasanya, hal ini kerap terjadi pada bisnis yang tengah membuka cabang baru. Daripada mempekerjakan pegawai baru setiap kali ada cabang baru beroperasi, alangkah baiknya memaksimalkan potensi pegawai yang telah bergabung sejak awal dengan memberi mereka peningkatan jenjang karir seiring dengan bertambahnya tanggung jawab. Berikan pelatihan dan perlakukan mereka sebagai aset berharga perusahaan.

Jika pun benar-benar harus merekrut pegawai baru, pastikan kontribusi yang diberikan olehnya berdampak signifikan bagi perkembangan Bisnismu. Ingat, selain gaji, kamu perlu memberikan jaminan kesehatan hingga masa orientasi yang juga akan berpengaruh pada cashflow kamu.

Jaga Bisnis Tetap ‘Ramping’

Tak bisa dipungkiri, godaan untuk membeli peralatan atau mesin tercanggih untuk Bisnismu adalah hal yang akan selalu datang. Belum lagi jika pebisnis kompetitor kamu telah lebih dulu memilikinya. Rasanya ingin beli yang sama atau bahkan lebih canggih, kan?

Nah, ketika godaan ini datang, lihat kembali pada situasi internal perusahaan kamu, apakah peralatan baru itu benar-benar dibutuhkan? Pertimbangkan sisi positif dan negatifnya sebelum benar-benar mengucurkan dana untuk itu.

**

Dengan beberapa tips di atas, sepakat dong, bahwa menjaga agar cashflow tetap stabil adalah hal yang sangat menantang? Tapi tidak mustahil bagi pebisnis seperti kamu untuk bisa mewujudkannya. Selamat mencoba!

Comments to: Ingin Cashflow Aman dan Profit Melejit? Ini Rahasianya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Buka Rekening Bisnis dengan Alumak

Jelajahi kategori lain

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer