Setiap pemilik bisnis pasti ingin mendapatkan keuntungan dari bisnis yang dijalankan. Dengan mendapatkan keuntungan, perusahaan bisa lebih berkembang. Pada umumnya, bisnis mendapatkan keuntungan dari margin yang telah diperhitungkan dengan baik mulai dari harga pokok penjualan hingga harga jual setelah barang yang diproduksi siap digunakan oleh konsumen kamu. Menentukan harga yang akan kamu bebankan kepada konsumen merupakan hal krusial dari operasional Bisnismu. Hal ini dikarenakan harga jual yang ditetapkan akan menentukan apakah produk kamu akan banyak diminati atau tidak. Yang perlu diperhatikan ketika menentukan harga adalah harga jual yang kamu tetapkan harus sepadan dengan kualitas dari barang yang ditawarkan oleh perusahaan kamu.

Tak sedikit pebisnis pemula yang terus mengalami kerugian namun tidak tahu apa yang harus dilakukan. Jika kamu mengalami hal seperti ini, ada baiknya kamu mencoba melakukan pengecekan ulang terhadap harga yang kamu berikan dengan menggunakan rumus harga pokok penjualan serta rumus harga jual agar mengetahui dengan pasti berapa harga yang harus kamu berikan kepada konsumen.

Ada berbagai macam cara untuk menentukan harga jual barang dan jasa yang bisa kamu gunakan. Pada umumnya, para pebisnis akan menentukan harga jual dengan metode markup untuk mendapatkan keuntungan. kamu dapat menghitung besaran markup berdasarkan harga jual produk per unit. Sebelum mulai memahami cara perhitungan besaran margin dengan menggunakan metode markup untuk menentukan harga jual barang kamu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan ketika menentukan harga jual produk seperti dibawah ini:

  • Biaya produksi
  • Permintaan pasar untuk produk tersebut
  • Besaran markup yang ingin didapatkan oleh kamu

Biaya Produksi

Biaya tetap dan variabel menentukan besaran markup dan menentukan harga jual produk yang Bisnismu tawarkan. Biaya tetap yang dimaksud termasuk biaya untuk sewa kantor kamu atau ruang produksi. Sedangkan biaya variabel termasuk barang yang berubah berdasarkan besaran penjualan kamu seperti tenaga kerja dan bahan. Dalam menentukan harga jual dari produk yang Bisnismu tawarkan, ada baiknya kamu terlebih dahulu menentukan berapa biaya tetap dan variabel untuk memproduksi setiap unit produk yang diproduksi.

Bagi pebisnis pemula yang belum akrab dengan dunia bisnis dan belum pernah mendapatkan pelatihan tentang kewirausahaan, menentukan berapa besaran biaya yang kamu keluarkan untuk memproduksi setiap unit produk yang akan dijual merupakan perhitungan yang paling sulit yang pernah kamu buat. Namun, jika kamu sudah mengerti cara perhitungannya, hal ini akan menjadi sangat mudah.

Biaya produksi dapat disebut juga sebagai Harga Pokok Penjualan (HPP) atau Cost of Good Sales (COGS). Menurut prinsip akuntansi Indonesia, Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah jumlah pengeluaran dan beban yang dikeluarkan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan suatu hingga dapat dijual atau digunakan oleh konsumen. Perhitungan harga pokok penjualan merupakan hal yang krusial. Pasalnya, agar pemilik bisnis tidak merugi, menentukan harga suatu barang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Banyak pelaku bisnis pemula yang menentukan harga jual tanpa mengetahui berapa sebenarnya Harga Pokok Penjualan (HPP) dari produk yang dijual sehingga harga yang dibebankan kepada konsumen terlalu rendah dan keuntungan yang didapat dirasa tidak sesuai dengan besarnya biaya produksi dan upaya yang dikerahkan dalam proses produksinya. Dengan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), kamu juga dapat mengetahui apakah harga yang kamu  tetapkan terlalu tinggi sehingga produk yang terjual sangat sedikit dan akhirnya kalah bersaing dengan pesaing kamu.

Untuk dapat menentukan harga jual dari barang yang kamu tawarkan, kamu harus memperhitungkan total biaya yang dikeluarkan dari proses produksi tersebut dengan menggunakan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP). Berbeda dari Harga Pokok Penjualan (HPP), pada Harga Jual, selain menentukan total harga, kamu juga harus memperhitungkan jumlah barang yang akan dijual. Ada beberapa hal yang menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP), di antaranya:

  • Persediaan awal barang dagang

Persediaan barang yang tersedia di awal periode atau awal tahun buku berjalan.

  • Persediaan akhir barang dagang

Persediaan barang yang tersedia di akhir periode atau akhir tahun buku berjalan.

  • Pembelian bersih

Seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan baik secara tunai maupun kredit, ditambah dengan biaya angkut dari pembelian yang dilakukan dan dikurang potongan pembelian serta retur pembelian yang terjadi.

Permintaan pasar untuk produk tersebut

Permintaan pasar suatu produk atau layanan adalah faktor kedua yang harus dipertimbangkan oleh pemilik bisnis ketika menentukan harga jual produk. Hukum permintaan adalah bahwa ada hubungan terbalik antara permintaan dan harga. Ketika harga turun, permintaan naik dan ketika harga naik, permintaan turun. Permintaan pasar akan produk kamu sama pentingnya untuk dipertimbangkan ketika menetapkan harga sebagai biaya produksi.

Selain harga, ada juga faktor lain yang mempengaruhi permintaan pasar terhadap barang kamu. Biasanya ada hubungan positif atau langsung antara pendapatan dan permintaan konsumen. Ketika pendapatan konsumen naik, permintaan terhadap suatu produk juga akan meningkat.

Harga barang yang kamu jual berpengaruh pada permintaan konsumen terhadap produk tersebut. Jika perusahaan kamu memproduksi barang yang sama dengan pesaing kamu, biasanya harga keduanya akan naik dan turun secara bersamaan.

Selera konsumen serta harapan mereka juga harus kamu pertimbangkan ketika menentukan harga jual produk yang ditawarkan. Apabila ada sebuah riset baru saja dirilis yang menyatakan bahwa produk tertentu buruk bagi kesehatan kamu, permintaan akan produk tersebut akan menurun drastis tidak peduli apakah hasil riset tersebut telah dibuktikan keasliannya dan kebenarannya atau belum. Sedangkan mengenai harapan atau ekspektasi konsumen, jika ada rumor bahwa versi yang telah diperbaiki dari suatu produk atau layanan akan dirilis, maka konsumen dapat berhenti membeli versi produk yang lebih lama walaupun berita tersebut ternyata hanya rumor belaka.

Menentukan seberapa besar tambahan harga yang harus kamu terapkan pada produk yang kamu jual untuk bisa mendapatkan keuntungan berdasarkan permintaan pasar bahkan lebih sulit lagi daripada berdasarkan biaya produksi yang  dikeluarkan. Ini merupakan penentuan yang subjektif meskipun didasarkan pada riset pasar.

Menentukan Markup pada produk kamu

Terdapat banyak faktor yang menjadi komponen penting dalam menghitung markup pada produk dan layanan yang Bisnismu tawarkan. Dua faktor yang paling penting dalam perhitungan markup adalah biaya produksi dan permintaan pasar untuk produk kamu. Setelah memperhitungkan faktor-faktor tersebut, lakukan riset pada industri bisnis  yang kamu geluti. Apakah ada stkamur markup yang diterapkan di industri kamu? Mengetahui hal ini akan menjadi penting untuk mempertahankan etika bisnis yang kamu miliki terhadap pemain lain di pasaran.

Harga yang ditetapkan akan berbeda tergantung dari jenis bisnis yang kamu miliki sehingga membuat strategi harga yang digunakan pun turut berbeda untuk tiap jenis perusahaan seperti sebagai berikut:

  • Perusahaan jasa (service firms)
  • Pedagang grosir (wholesalers)
  • Pengecer (retailers)
  • Produsen
  • Kontraktor bangunan (building contractor)

Terlepas dari jenis bisnisnya, markup adalah jumlah yang kamu tambahkan ke biaya produk kamu untuk menentukan harga jual dari produk tersebut. Persentase markup ditentukan oleh besaran keuntungan yang ingin kamu dapatkan, jenis produk atau layanan yang kamu jual dan seberapa cepat produk terjual.

Comments to: Ini yang Perlu Diketahui Ketika Menentukan Harga dengan Mark Up

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Buka Rekening Bisnis dengan Alumak

Jelajahi kategori lain

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer