1. Analisis Finansial

Ketahui Cara Menghitung Biaya Listrik di Rumah

Segala kebutuhan manusia di zaman modern sangat tergantung pada listrik. Listrik telah menjadi sumber energi utama dan paling sering digunakan di setiap rumah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya perkotaan. Ketergantungan manusia terhadap listrik pun dapat dilihat ketika mendadak terjadi pemadaman listrik, atau karena token listrik habis.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan perusahaan-perusahaan listrik swasta mengupayakan untuk memberikan fasilitas listrik kepada warga masyarakat. Dengan demikian, warga masyarakat berkewajiban untuk membayar tagihan listrik, atau membeli token listrik bagi yang prabayar.

Kadang-kadang, bagi yang menggunakan listrik pasca bayar, heran karena melihat tagihan listrik setiap bulan berbeda sangat jauh. Misalnya pada bulan Januari 2019 tagihan listrik hanya Rp 80.000,00. Tapi, pada bulan Februari 2019 tagihan listrik menjadi Rp 150.000,00. Perbedaan yang dirasa sangat jauh, padahal setiap hari penggunaan alat elektronik relatif sama.

Begitu pula bagi yang menggunakan listrik prabayar, yang harus membeli token terlebih dahulu untuk dapat menggunakan listrik. Biaya ketika membeli token senilai uang Rp 100.000,00 dapat digunakan untuk 15 hari. Namun kadang-kadang dengan nominal uang yang sama tidak dapat digunakan lebih dari 10 hari.

Maka dari itu, perlu kiranya mengetahui Cara Menghitung Biaya Listrik atau Cara Menghitung Penggunaan Listrik di rumah. Cara Menghitung Tagihan Listrik ini dapat berlaku bagi pengguna listrik pra bayar maupun pasca bayar.

Cara Menghitung Tagihan Listrik di Rumah

Untuk menghitung besarnya tagihan listrik, dibutuhkan cara untuk menghitung tarif listrik dengan tepat. Namun, ada tahap-tahap yang perlu diketahui dan disiapkan sebelumnya.

 1.  Mengenal Satuan dalam Listrik

Satuan-satuan listrik merupakan hal yang penting karena dari satuan-satuan ini nantinya akan diperoleh hasil dari Cara Menghitung Tarif Listrik di rumah. Satuan-satuan listrik yang umum dipakai di Indonesia antara lain:

1)    Watt, yaitu daya listrik yang dibutuhkan sebuah peralatan untuk beroperasi.

2)   Ampere, yaitu besar arus listrik yang dibutuhkan oleh sebuah peralatan.

3)   Volt, yaitu tegangan yang diperlukan oleh suatu peralatan atau kumparan.

4)   kWH, (Kilowatt Hour), yaitu Besar daya yang diperlukan suatu peralatan untuk beroperasi selama 1 jam. 1 kWH = 1.000 WH.

2.  Mengetahui Golongan Listrik di Rumah

Setiap rumah memiliki golongan tarif yang berbeda, yang disesuaikan dari batas daya listrik, seperti 900VA, 1.300VA, 2.200VA, 3.300VA, 4.400VA, 5.500VA, dan 6.600VA ke atas.

Setiap golongan memiliki tarif yang berbeda. sebagai contoh golongan 900 VA tarifnya Rp 1.352 per kWH, sedangkan untuk golongan 1.300 VA tarifnya Rp 1.467,28 per kWH.

 3.  Membuat Daftar Peralatan Listrik yang Digunakan di Rumah

Buatlah sebuah daftar peralatan listrik yang digunakan di rumah, dengan cara membuat tabel atau listicle yang terdiri dari nama alat listrik, daya yang diperlukan, banyak alat, lama waktu menggunakan peralatan tersebut (dalam jam). Daftar ini penting sebagai Cara Menghitung Daya Listrik di rumah.

Contoh daftar peralatan yang digunakan di rumah dapat disusun sebagai berikut:

Peralatan

Jumlah

Daya

Waktu Perhari

WH

AC 1 PK

1

500 Watt

5 jam

1 x 500 x 5  = 2.500 WH

LED TV

1

60 Watt

10 jam

1 x 60 x 10  =    600 WH

Lampu neon

6

40 Watt

10 jam

6 x 40 x 10 =  2.400 WH

Rice cooker

1

150 Watt

6 jam

1 x 150 x 10 = 1.500 WH

Kulkas

1

200 Watt

24 jam

1 x 200 x 24 = 4.800 WH

Daya listrik biasanya tertera pada alat elektronik, atau dalam kardus kemasaan alat elektronik.

 4.  Cara Menghitung kWH Listrik

Setelah Membuat daftar alat-alat yang digunakan, maka tahap selanjutnya adalah menghitung kWH yang digunakan untuk seluruh peralatan. Dari tabel poin langkah 3, diperoleh Total Energi (WH). Cara Menghitung kWH Listrik tersebut adalah dengan menjumlahkan total Energi kemudian dibagikan seribu.

kWH = total WH : 1.000

          = (2.500 + 600 + 3.000 + 2.500 + 9.600) : 1.000

          = 11.800 : 1.000

          = 11,8 kWH

Dengan demikian, kWH listrik dalam sehari akan menghabiskan 11,8 kWH. Untuk menghitung besarnya kWH dalam sebulan dapat dilakukan dengan mengalikan kWH dengan 30.

kWH listrik /bulan          = 11,8 x 30     = 354 kWH

 5.  Cara Menghitung Pemakaian Listrik di Rumah

Untuk mengetahui tarif listrik di rumah, maka diperlukan Cara Menghitung Biaya Listrik. Cara Menghitung Tagihan Listrik di rumah selama sebulan adalah dengan mengalikan kWH dengan tarif golongan listrik.

1)    Untuk Golongan tarif 900 VA, Cara Menghitung Tagihan Listrik dapat dilakukan dengan:

Tagihan Listrik / bulan         = kWH x tarif golongan 900VA

                                           = 354 x 1.352

= Rp 478.608,00

2)   Untuk Golongan tarif 1.300VA, Cara Menghitung Tagihan Listrik dapat dilakukan dengan:

Tagihan Listrik / bulan         = kWH x tarif golongan 1.300VA

                                           = 354 x 1467.28

= Rp 519.417,00

 

Dengan demikian, bagi rumah dengan golongan tarif 900 VA (non subsidi) akan mengeluarkan biaya sebesar RP 478.608,00 per bulan dan untuk rumah dengan golongan tarif 1.300VA akan dikenakan biaya listrik sebesar Rp 519.417,00 per bulan.

Cara Menghitung Tagihan Listrik dari Meteran

Berbeda dengan yang menggunakan token atau prabayar. Untuk listrik dengan sistem meteran atau pasca bayar lebih mudah menghitungnya. Karena tidak perlu memperhatikan daya dari alat-alat listrik. Tetapi, hanya perlu memperhatikan angka pada meteran listrik. Agar perhitungan menjadi aktual dan tepat, maka pastikan bahwa meteran listrik dalam keadaan normal.

Cara Menghitung Tagihan Listrik dari Meteran dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

1)    Catat angka meteran sebagai acuan awal, misalnya pada tanggal 1 bulan Mei, angka pada meteran menunjuk 10.000.

2)   Setelah beberapa hari, catat lagi angka pada meteran. Misalnya, pada akhir bulan Mei, tepatnya 31 Mei angka pada meteran menunjukkan angka 10.200. Itu artinya selama sebulan, listrik di rumah membutuhkan 200 kWH.

3)   Kalikan 200 kWH dengan golongan tarif listrik di rumah. Misalnya, untuk golongan 900 VA (non subsidi) : 200 x 1.352 = Rp 270.400,00.

4)   Dengan demikian biaya listrik yang harus dibayar dalam sebulan adalah Rp 270.400,00

Tips Menghemat Penggunaan Listrik di Rumah

Mengetahui cara menghitung biaya listrik di rumah memang sangat diperlukan. Namun, yang terpenting adalah cara agar biaya pengeluaran untuk listrik bisa dihemat.

Karena dengan menghemat listrik berarti telah menghemat biaya. Beberapa cara berikut ini dapat digunakan untuk menghemat pengeluaran biaya tagihan listrik di rumah:

1)    Pilihlah lampu LED sebagai penerangan di rumah. Meskipun sedikit lebih mahal, tapi sangat menghemat penggunaan energi listrik hingga 80%.

2)   Hindari penggunaan on-off pada mesin air. Siasati kebutuhan air dengan membuat penampungan air yang lebih besar. Tombol on-off pada mesin air dapat meningkatkan sampai 7 kali lonjakan energi listrik pada 2 detik pertama.

3)   Gunakan alat-alat listrik seperlunya. Matikan alat-alat listrik yang tidak digunakan.

4)   Pilihlah TV LED karena lebih hemat penggunaan energi listriknya dari pada menggunakan TV tabung.

Apa pun langkah yang kamu pilih menghemat penggunaan listrik di rumah. Sebaiknya, pakailah listrik secara bijak agar beban biaya tagihan bulanan kamu juga lebih efisien.

Comments to: Ketahui Cara Menghitung Biaya Listrik di Rumah

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Buka Rekening Bisnis dengan Alumak

Jelajahi kategori lain

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer