Ibarat sedang menjalankan laju kendaraan, arus kas adalah bahan bakar yang akan membuat Bisnismu tetap berjalan. Arus kas bisa didefinisikan sebagai cara keluar dan masuk uang dari Bisnismu. Dari sinilah dapat dibedakan manakah bisnis yang mampu bertahan dan manakah yang hanya seumur jagung.

Analisis arus kas tunai adalah metode untuk memeriksa sejauh mana “kesehatan” dari keuangan perusahaan kamu. Analisa tentang pergerakan uang tunai melalui Bisnismu atau yang lebih dikenal dengan anggaran tunai akan menjadi penentu, bagaimana pola Bisnismu dalam menerima dan membayar uang. Tujuannya adalah untuk mempertahankan arus kas yang mampu memenuhi seluruh biaya operasional perusahaan secara bulanan atau dihitung dari bulan ini ke bulan berikutnya.

Cara Membuat Anggaran Tunai

1. Tentukan arus uang tunai masuk per bulan ke perusahaan

Jenis analisa arus kas ini disebut sebagai persiapan dan analisis anggaran tunai. Konsep ini adalah bagian dari perencanaan dan estimasi keuangan perusahaan kamu dalam jangka pendek.

Tentukan jumlah uang tunai yang akan mengalir ke perusahaan kamu dalam satu bulan. Jika kamu baru merintis atau mengawali Bisnismu, kamu harus memasukkan saldo awal dalam bentuk tunai yang ingin kamu miliki per bulan.

Selain itu, kamu juga perlu menentukan jumlah penjualan yang akan dimiliki selama bulan pertama. Penjualan ini mencakup penjualan tunai dan penjualan yang kamu lakukan kepada pelanggan yang membayar dengan cara kredit.

2. Tentukan arus uang tunai keluar per bulan dari perusahaan

kamu akan dikenakan sejumlah biaya setiap bulan. Sebagai contoh, biaya operasional perusahaan untuk membeli alat tulis atau perlengkapan kantor, pemeliharaan mobil operasional dan bahan bakarnya, serta biaya penggajian karyawan.

Pengeluaran bulanan lainnya yang tak boleh diabaikan adalah biaya iklan, serta pajak. Tetapi, ada juga jenis pengeluaran yang hanya dikeluarkan sesekali. Misalnya, pembelian peralatan komputer, kendaraan, atau pengeluaran lainnya.

3. Arus masuk uang tunai harus lebih besar ketimbang arus keluar

Setiap pebisnis tentu menginginkan arus uang tunai yang masuk ke perusahaan lebih besar daripada jumlah arus pengeluaran dari perusahaan kamu. Ini berarti arus kas masuk bulanan harus direncanakan dengan teliti dan arus kas keluar juga wajib ditekan seminimal mungkin. Sehingga, kamu bisa memiliki cukup uang tunai untuk menjalankan perusahaan kamu.

4. Saldo akhir bulan pertama, menjadi saldo awal bulan kedua

Aturan penting dan mendasar dalam membuat anggaran uang tunai adalah mencantumkan saldo akhir bulan pertama, menjadi saldo awal bulan kedua.

Setiap bulan, kamu mungkin harus menambahkan lebih banyak item ke dalam analisis arus kas uang tunai seiring dengan pertumbuhan Bisnismu.

Putuskan dengan baik berapa saldo akhir minimum yang harus dimiliki perusahaan setiap bulan agar bisnis bisa berjalan dengan baik.

5. Jika arus kas uang tunai defisit dalam satu bulan, kamu harus meminjam uang

Dalam bisnis, piutang atau meminjam uang sudah bukan konsep baru. Jika arus kas uang tunai berubah negatif alias defisit, kamu harus meminjam uang untuk menutupi kekurangan bulan itu.

Peminjaman uang bisa dilakukan dengan meminjam kepada keluarga, teman, investor atau dari bank dan lembaga keuangan lainnya. Kemudian, jika arus kas uang tunai kamu sudah positif pada bulan berikutnya, kamu dapat membayar kembali atau melunasi pinjaman itu.

6. Konsisten mengikuti anggaran uang tunai selama periode yang direncanakan

Teruslah untuk membuat anggaran uang tunai seperti ini setiap bulan selama periode yang kamu rencanakan. Usahakan agar pinjaman kamu tetap minimum dan arus kas uang tunai yang masuk lebih besar ketimbang biaya pengeluaran kamu.

Ingatlah bahwa anggaran uang tunai adalah dokumen perencanaan keuangan, tetapi cobalah untuk tetap konsisten mengikuti rancangan ini secara seksama.

Komponen Anggaran Arus Kas

Untuk menciptakan perusahaan yang sukses, sebagai peBisnismu harus merancang pendapatan dan pengeluaran kamu sebaik mungkin. Anggaran arus kas memungkinkan kamu untuk memperkirakan dan melacak semua arus uang yang masuk ke Bisnismu maupun arus uang yang ke luar dari Bisnismu. Setiap anggaran tunai, baik digunakan oleh perusahaan atau perorangan, mengandung komponen dasar yang sama.

Komponen Umum

Anggaran arus kas berisi tiga bagian umum, antara lain: periode waktu, posisi arus kas yang diinginkan serta perkiraan penjualan dan pengeluaran. Periode waktu menentukan berapa lama anggaran tunai akan diterapkan. Umumnya, setiap 6 bulan atau 2 tahun. Sedangkan, posisi arus kas yang diinginkan merupakan elemen untuk menunjukkan berapa banyak uang tunai yang dimiliki perusahaan. Ingatlah bahwa ini adalah cadangan biaya kamu.

Komponen terakhir dari anggaran arus kas adalah perkiraan penjualan dan pengeluaran. Termasuk, barang – barang seperti penggajian, iklan, kwitansi dan pendapatan lainnya.

Penghasilan dan Beban

Perkiraan penjualan dan pengeluaran mewakili bagian paling kompleks dari anggaran arus kas. Unsur-unsur dari bagian ini meliputi saldo awal kas, penagihan uang tunai, pengeluaran uang tunai, kelebihan atau kekurangan kas, dan saldo akhir.

Saldo awal menunjukkan berapa besar jumlah uang yang kamu miliki sebelum menghitung pengeluaran atau pendapatan tambahan. Pengumpulan uang tunai  meliputi keseluruhan uang tunai yang masuk dari bentuk apa pun yang diterima Bisnismu. Misalnya, kwitansi penjualan.

Sedangkan, pengeluaran uang kas menunjukkan apa saja biaya pengeluaran atau ke mana saja uang kas dihabiskan. Sebagai contoh biaya penggajian karyawan.

Sementara itu, kelebihan atau kekurangan kas menunjukkan apakah dana yang dimiliki Bisnismu sudah cukup untuk memenuhi semua biaya operasional dan biaya menjalankan berbagai proyek. Pembiayaan menunjukkan pendapatan dari investasi.

Saldo akhir adalah berapa banyak uang yang tersisa setelah dikurangi biaya pengeluaran dan ditambah semua uang penghasilan.

Kompleksitas

Melacak semua bagian dari anggaran arus kas dapat memakan waktu. Terutama bagi perusahaan skala besar, di mana uang milyaran bisa masuk dalam hitungan jam.

Meski rumit, seringkali spreadsheet sederhana yang mirip seperti check list dapat membantu meringankan tugas akuntan kamu untuk meneliti setiap detail arus kas. Akuntan dituntut agar lebih jeli dalam melacak semua komponen anggaran arus kas. Anggaran arus kas dalam organisasi besar sering mengkamulkan informasi dari berbagai departemen untuk menyusun dokumen induk.

Sebagai contoh, manajer penjualan bertanggung jawab untuk melacak pendapatan dan pengeluaran penjualan. Sementara, agen periklanan harus mendokumentasikan biaya promosi bisnis. Para pekerja ini kemudian harus memberikan data keuangan  kepada departemen akuntansi, dan akuntan pada akhirnya harus mengumpulkan informasi untuk menjadikannya arsip atau dokumen pertanggungjawaban keuangan setiap bulan sebagai laporan arus kas bulanan.

Perubahan

Bekerja dengan komponen anggaran arus kas adalah tugas yang dinamis, karena kebutuhan bisnis dapat berubah seiring waktu. Misalnya, sebuah bisnis mungkin perlu merekrut pekerja baru untuk memenuhi permintaan produksi. Tidak jarang, terkadang kondisi ekonomi yang tidak menentu turut mempengaruhi keputusan pebisnis dan pembaruan anggaran arus kas yang lebih relevan dengan kondisi keuangan bisnisnya.

Comments to: Membuat Anggaran Arus Kas untuk Bisnismu dalam 6 Langkah Mudah

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Buka Rekening Bisnis dengan Alumak

Jelajahi kategori lain

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer