1. Peningkatan Penjualan

Menentukan Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual

Harga merupakan hal pertama dan utama yang harus dipedulikan oleh pedagang, karena berkaitan dengan untung dan ruginya penjualan. Dalam dunia akuntansi, ada yang disebut dengan “harga jual” dan “harga pokok penjualan” yang sama-sama harus diperhitungkan untuk menentukan keuntungan. Hanya saja, masih banyak orang yang menganggap harga pokok penjualan sama dengan harga jual padahal keduanya tentu saja berbeda.

Apa Itu Harga Jual dan Harga Pokok Penjualan?

Harga Jual adalah besaran harga yang dibebankan kepada konsumen untuk mendapatkan sebuah barang.

Sementara Harga Pokok Penjualan atau Cost of Goods Sold (COGS) merupakan seluruh biaya langsung yang dibutuhkan suatu perusahaan produsen untuk proses pengadaan suatu barang termasuk biaya produksi, distribusi dan lain-lain.

Untuk menghitung keuntungan, kedua hal ini memang berkaitan tetapi tidak sama atau merupakan subtitusi satu sama lain. Untuk menghitung total harga pokok penjualan, kamu harus benar-benar memasukkan segala variabel biaya yang berkaitan dengan pengadaan barang. Baik itu harga pembelian bahan baku, biaya pengolahan, gaji karyawan, dan biaya-biaya lainnya.

Sementara variabel terpenting dalam harga jual adalah harga total dan termasuk jumlah total dari semua barang yang ada.

Bagaimana Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual?

Harga Pokok Penjualan (HPP) = barang tersedia untuk dijual – persediaan akhir

Keterangan:

  • Barang tersedia untuk dijual = persediaan barang dagangan awal + pembelian bersih
  • Pembelian bersih = (pembelian + biaya angkut pembelian) – (retur pembelian + potongan pembelian)

Contoh:

HPP pada sebuah perusahaan retail, PT Berlian pada bulan Juli 2019

  • Persediaan barang dagangan (awal): Rp12.000.000
  • Pembelian: Rp45.000.000
  • Beban angkut pembelian: Rp2.000.000
  • Retur pembelian: Rp1.500.000
  • Potongan pembelian: Rp1.000.000
  • Persediaan barang dagangan (akhir): Rp5.000.000

Perhitungan HPP:

Pembelian bersih                             = (Rp45.000.000 + Rp2.000.000) – (Rp2.000.000 + Rp1.000.000)

                                                                = Rp47.000.000 – Rp3.000.000

                                                                = Rp44.000.000

Barang tersedia untuk dijual        = Rp12.000.000 + Rp44.000.000

                                                                = Rp56.000.000

Harga Pokok Penjualan                 = Rp56.000.000 – Rp5.000.000

                                                                = Rp51.000.000

Sementara untuk menghitung Harga Penjualan umumnya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  • Penetapan harga biaya plus (Cost-Plus Pricing Method)

Yaitu dengan cara menentukan harga jual dengan menjadikan margin sebagai patokan. Rumusnya:

Harga jual = biaya total + margin

Yang di maksud dengan Margin di sini adalah persentase keuntungan atau laba yang diharapkan.

Misalnya, kamu merupakan seorang pengusaha kerudung yang mendapatkan sebuah orderan kerudung dalam jumlah 50 buah. Biaya pengadaan produksi kerudung tersebut diperkirakan sekitar Rp5.000.000 dengan rincian:

Harga bahan baku: Rp3.000.000

Upah penjahit: Rp1.500.000

Biaya lain-lain: Rp500.000

Jika kamu menginginkan laba sebesar 15% dari biaya total, maka:

Total harga jual = biaya total + laba

                                = Rp5.000.000 + (15% x Rp5.000.000)

                                = Rp5.000.000 + Rp750.000

                                = Rp5.750.000

Jadi, dengan total harga jual Rp5.750.000, harga jual per helai kerudung tersebut adalah Rp115.000

  • Penetapan harga mark-up

Merupakan cara menetapkan harga jual dengan menentukan nomial mark-up atau kelebihan harga jual dari harga beli. Cara ini sangat mudah serta umum digunakan oleh pedagang kecil yang tidak terlalu memusingkan aspek akuntansi.

Misalnya, kamu merupakan pedagang pakaian yang akan menjual produk baju dengan modal Rp250.000 per helai dan mengharapkan keuntungan sebesar Rp50.000 setiap helainya. Rumusnya adalah:

Harga jual = Harga Beli + Mark-up

Sehingga Rp250.000 + Rp50.000 = Rp300.000

Dalam penggunaan sehari-hari perhitungan Margin dan Mark-Up tampak sederhana dan tidak rumit, namun bagaimana jika kamu harus menghitung banyak kemungkinan untuk menemukan harga jual yang sesuai?

Solusinya adalah dengan menemukan sebuah tools yang dapat membantu kamu memperhitungkan semuanya dengan cara yang cepat dan tepat seperti Omni Calculator.

Omni Calculator merupakan sebuah widget yang berfungsi sebagai kalkulator untuk berbagai keperluan mulai dari perhitungan finansial, kesehatan, matematik, kimia dan lain-lain. Untuk perhitungan terkait penjualan, dapat kamu temukan pada bagian Finance tepatnya pada “Sales Calculator” termasuk Margin dan Mark-Up. Selain Margin dan Mark-Up, kamu juga bisa menghitung pajak hingga diskon.

Cara Menghitung Margin dan Mark-Up Pada Omni Calculator

Cara Menghitung Margin dapat kamu lakukan pada https://www.omnicalculator.com/finance/margin 

Pada Margin Calculator ini, kamu hanya perlu memasukkan harga pembelian pada bagian Cost serta persentase keuntungan yang ingin kamu dapatkan dari total harga pembelian pada Margin.

Kalkulator ini akan langsung menampilkan total pendapatan pada bagian Revenue dan total keuntungan yang akan diperoleh pada bagian Profit.

Sementara itu, cara mneghitung mark-up dapat dilakukan pada https://www.omnicalculator.com/finance/markup

Pada Mark-Up Calculator ini pun kamu hanya perlu mengisi bagian Cost dan Markup. Cost adalah harga pembelian sementara Markup adalah persentase keuntungan yang ingin kamu dapatkan dari harga pembelian per item.

Hasilnya pun akan sama yaitu Revenue yang merupakan total pendapatan dan Profit merupakan keuntungan yang akan diperoleh.

Meski telah sangat mudah untuk menghitung margin dan mark-up untuk data dalam jumlah besar, adakalanya kamu butuh untuk melihat perbandingan penghitungan harga jual berdasarkan margin dan mark-up. Untuk kebutuhan tersebut Adan dapat melakukan perhitungan sekaligus pada https://www.omnicalculator.com/finance/Margin-2-sets

Pada kalkulator ini terdapat tiga kotak isian yaitu Cost, First Set, dan Second Set. Sama dengan Margin Calculator dan Markup Calculator, pada bagian Cost kamu hanya perlu memasukkan harga pembelian.

Pada First Set, kamu dapat memasukkan persentase Margin Keuntungan yang ingin kamu dapatkan. Secara langsung kalkulator ini akan menghitung persentase Markup berikut Pendapatan serta keuntungan.

Sebaliknya, pada second set kamu hanya harus mengisi persentase Markup, maka persentase Margin, Pendapatan serta keuntungan akan muncul secara langsung.  

Penggunaan Omni Calculator untuk keperluan perhitungan bisnis tentunya akan mempermudah kamu dalam perhitungan dalam skala besar dengan jumlah data yang banyak. Tertarik untuk mencoba?

Comments to: Menentukan Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Buka Rekening Bisnis dengan Alumak

Jelajahi kategori lain

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer