Setiap bisnis atau usaha yang Anda jalankan hendaknya dilengkapi dengan rekening bisnis untuk melakukan transaksi yang berkaitan dengan bisnis. Sayangnya, masih banyak pelaku bisnis khususnya pemula atau startup yang menggunakan rekening pribadinya untuk kepentingan berbisnis. Padahal penggunaan rekening pribadi untuk keperluan bisnis justru bisa mengganggu kegagalan dalam pengelolaan uang. Apa yang perlu dilakukan? Penting bagi Anda sebagai pengusaha untuk membuka rekening tabungan khusus untuk bisnis yang Anda jalankan.

Apa Keuntungan Memiliki Rekening Bisnis Khusus?

Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda rasakan jika memiliki tabungan usaha khusus untuk melakukan berbagai transaksi bisnis, diantaranya:

  1. Mengontrol Keuangan Pribadi dan Bisnis

Dengan memisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis, akan memudahkan Anda untuk mengelola keuangan perusahaan. Harta pribadi yang Anda miliki tidak akan tercampur dengan pendapatan dari bisnis yang Anda rintis. Hal ini juga memudahkan Anda untuk menghitung pengeluaran dan pendapatan bulanan, sehingga Anda bisa tahu kondisi finansial perusahaan, apakah mengalami kerugian atau laba.

  1. Memudahkan Pembuatan Pembukuan dengan Baik

Membuka rekening usaha untuk bisnis Anda, sangat membantu dalam pembuatan laporan keuangan secara berkala. Pembukuan pengeluaran dan pendapatan akan tercatat dengan rapi, sehinga mudah dipahami. Transaksi yang terjadi juga bisa dilacak dengan baik tanpa tercampur dengan transaksi pribadi.

  1. Meminimalisir Kesalahan Pencatatan Transaksi

Dengan adanya rekening khusus bisnis, segala transaksi yang berkaitan dengan perusahaan akan tercatat dalam satu akun bisnis. Tidak lagi tercampur dalam rekening pribadi Anda. Selain memudahkan dalam mengetahui transaksi yang masuk dan keluar, penggunaan tabungan bisnis juga akan meminimalisir terjadinya kesalahan saat mencatat transaksi yang terjadi.

Kesalahan Startup Membangun Bisnis

Setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah startup di Indonesia. Para pelaku bisnis baru mulai bermunculan dengan brand produknya masing-masing. Namun, hanya beberapa startup yang mampu bertahan dan terus berkembang. Sementara sisanya gugur di tengah jalan alias mengalami kerugian. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan startup sehingga membuat bisnis yang dirintis gagal berkembang.

  1. Menggunakan Rekening Bersama

Rekening bersama yang dimaksud disini yaitu menggunakan satu rekening untuk dua kebutuhan yakni bisnis dan pribadi. Sebagian orang menganggap hal ini bukan suatu masalah besar, yang terpenting segala transaksi tercatat dalam rekening. Padahal mencampurkan transaksi pribadi dengan bsinis dalam satu rekening akan menyulitkan Anda dalam mengelola anggaran.

  1. Tidak Membuat Pencatatan Keuangan

Sebagai pelaku startup, banyak orang yang mengabaikan catatan keuangan secara berkala, mulai dari harian, minggunan, bulanan, hingga tahuan. Pencatatan keuangan ini akan membantu Anda mengetahui kondisi finansial perusahaan atau bisnis yang sedang Anda kembangkan. Melalui catatan keuangan, Anda bisa membuat laporan keuangan sehingga bisa mengetahui berapa besar laba atau rugi perusahaan.

  1. Menganut “Harga Teman”

Tidak jarang pebisnis pemula yang masih menganut sistem “harga teman”. Dimana mereka akan menerapkan harga pengecualian ketika yang membeli adalah teman sendiri atau orang terdekat. Dalam berbisnis, sebaiknya tidak lagi menggunakan sistem tersebut. Mengapa? Hal ini justru akan membuat bisnismu tidak berjalan lancar. Jualah produk baik barang maupun jasa secara profesional, jika ingin menerapkan bonus atau potongan harga, terapkan kepada semua customer Anda.

  1. Berfoya-foya Menggunakan Keuntungan

Setiap pelaku bisnis tentu akan merasa bahagia ketika mendapatkan keuntungan dari bisnisnya. Namun, kebahagiaan yang mereka rasakan kerap membuat lalai dalam penggunaan keuntungan. Beberapa startup tidak mampu mengelola keuntungannya dengan bijak. Keuntungan hasil usaha yang diperoleh dibuat berfoya-foya, seperti membeli kebutuhan pribadi atau digunakan untuk bersenang-senang bersama para karyawannya. Jika ingin memberikan bonus kepada karyawan, buatlah anggaran yang sesuai sehingga tidak menggunakan uang secara berlebihan atau tidak terkontrol.

  1. Tidak Menginvestasikan Keuntungan

Banyak startup yang kurang mampu mengelola keuntungan bisnisnya dalam jangka panjang. Mereka lupa menginvestasikan keuntungan untuk perkembangan bisnisnya. Misalnya untuk membeli peralatan baru yang mendukung produksi, investasi saham, hingga membuka bisnis baru. Terlalu puas menikmati keuntungan tanpa melakukan investasi justru akan membuat masa depan bisnis tidak terjamin. Apalagi di era revolusi industri 4.0, dimana perusahaan teknologi semakin berkembang pesat. Jika Anda tidak mampu menginvestasikan keuntungan untuk kemajuan bisnis Anda, perusahaan yang Anda bangun bisa terancam.

5 Rekening Bisnis untuk Startup

Memiliki rekening bisnis sendiri adalah pilihan yang tepat bagi para pelaku bisnis startup atau perusahaan rintisan. Nah, berikut ini 5 bank yang cocok digunakan untuk membuka rekening bisnis.

  • Bank Mandiri

Tahukah Anda, Bank Mandiri menjadi salah satu bank terbesar yang berada di Indonesiaa. Tak heran jika Bank Mandiri kerap dijadikan sebagai bank untuk para pengusaha. Proses pembukaan rekening bisnis Mandiri sangat mudah dan cepat. Untuk setoran awal, rekening bisnis Mandiri membutuhkan dana sebesar Rp 1.000.000,00 dengan saldo ditahan senilai Rp10.000,00.

  • Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Bagi Anda pelaku bisnis pemula atau startup dengan modal cenderung kecil, BRI menjadi solusi terbaik untuk membuka rekening bisnis. Kita tahu bahwa BRI merupakan bank pemerintah terbesar di Indonesia. Jaringan BRI telah tersebar luas diberbagai wilayah, hingga ke pelosok. Tak heran jika nasabah BRI semakin meningkat setiap harinya. Cara membuka rekening bisnis BRI pun sangat mudah, Anda bisa melakukan setoran awal Rp 1.000.000,00. Menariknya, nasabah tidak akan dikenakan biaya Administrasi selama saldo rata-rata sebesar Rp 5.000.000,00.

  • Bank Central Asia (BCA)

Anda juga bisa membuka rekening bisnis BCA untuk memisahkan transaksi bisnis dengan rekening pribadi Anda. Banyak pengusaha yang menggunakan rekening BCA, khususnya yang berada di kota-kota besar untuk transaksi bisnis. Untuk setoran awal, Anda perlu menyetorkan uang senilai Rp 10.000.000,00 dengan saldo ditahan sebesar Rp 50.000.

  • Bank Negara Indonesia (BNI)

BNI adalah bank milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang menjadi perusahaan publik. Bagi Anda pelaku bisnis, BNI bisa dijadikan solusi mempermudah transaksi bisnis. Anda bisa membuka rekening tabungan BNI untuk keperluan bisnis dengan setoran awal Rp 1.000.000,00.

  • Rekening Bisnis Alumak

Terakhir, pilihan rekening bisnis yang tepat untuk para startup yaitu yang Alumak sendiri sediakan. Selain fitur perbankan dasar, Alumak memudahkan tim kecil ataupun yang sedang berkembang di sebuah startup mengelola keuangannya dengan mudah. Fitur-fitur seperti invoice management, fasilitas lini kredit yang akan segera diluncurkan untuk menambah modal operasional selain yang disediakan investor, multi akses bagi departmen akuntan, dan dasbor penuh wawasan yang akan membantu Anda selaku founder mengambil keputusan yang lebih terukur untuk bisnis rintisan Anda.

Seorang founder bisnis perlu menyiapkan kebutuhan bisnis untuk mendukung usahanya, termasuk rekening bisnis. Itulah beberapa rekomendasi rekening bisnis yang tepat untuk startup. Gunakan rekening bisnis untuk mempermudah Anda membuat laporan keuangan secara berkala, sehingga Anda bisa mengetahui dengan jelas posisi keuangan perusahaan. Hal tersebut membantu Anda dalam pembuatan keputusan perusahaan.

Comments to: Rekening Bisnis yang Tepat untuk Startup

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Buka Rekening Bisnis dengan Alumak

Jelajahi kategori lain

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer